Latest Updates

Tujuan dan Sasaran Pembangunan Nasional

Tujuan dan Sasaran Pembangunan Nasional
Pembangunan pada hakikatnya adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan juga dapat dikatakan sebagai upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara sekaligus merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan nasional.

Tujuan Pembangunan Nasional
Tujuan pembangunan nasional, yaitu untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamik serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai.

Sasaran Pembangunan Nasional
Dalam GBHN, pembangunan nasional diselenggarakan melalui empat bidang pembangunan, yaitu bidang politik dan ekonomi, bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME, bidang sosial budaya, dan bidang hankam. Dalam GBHN 1993 terdapat perluasan bidang pembangunan dengan meningkatkan beberapa sektor pembangunan menjadi bidang pembangunan tersendiri. Bidang-bidang tersebut adalah:
  • bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kebudayaan
  • bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
  • bidang hukum

Latihan Soal IPS Kelas8 Semester Genap

Latihan Soal IPS Kelas8 Semester Genap
1. Tiga sektor ekonomi yang merupakan kekuatan dalam tata perekonomian negara kita adalah...
a. BUMN, BUMS, dan BUMD
b. BUMN, BUMS, dan Koperasi
c. BUMN, BUMD, dan Koperasi
d. sektor per tanian, industri dan perdagangan
2. Badan usaha milik negara disebut...
a. perusahaan negara
b. perusahaan pemerintah
c. perusahaan swasta
d. PT Persero
3. Dasar hukum pendirian perusahaan negara adalah...
a. Pasal 31 UUD 1945
b. Pasal 32 UUD 1945
c. Pasal 33 UUD 1945
d. Pasal 34 UUD 1945
4. Berikut ini beberapa alasan pemerintah mendirikan BUMN, kecuali 
a. untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat
b. untuk memberikan pelayanan umum kepada masyarakat
c. untuk mencegah timbulnya monopoli swasta
d. untuk menambah sumber penghasilan negara
5. Dalam BUMN mayoritas atau bahkan seluruh saham perusahaan dimiliki oleh...
a. investor asing
b. investor dalam negeri
c. negara atau pemerintah
d. investor dan pemerintah

6. Bentuk hukum perusahaan swasta di Indonesia adalah...
a. Perum, Persero, dan Firma
b. CV dan PT
c. PT, Firma, dan Koperasi
d. Persero, Firma, dan Koperasi
7. Tujuan utama dari perusahaan swasta adalah...
a. menciptakan kemakmuran masyarakat
b. menciptakan lapangan pekerjaan
c. mencari keuntungan sebesar-besarnya
d. mencari sumber-sumber ekonomi baru
8. Peran utama swasta dalam perekonomian Indonesia adalah...
a. menciptakan lapangan pekerjaan
b. menambah sumber devisa negara
c. membantu pemerintah dalam usaha pemerataan pendapatan
d. merupakan soko guru perekonomian Indonesia
9. Salah satu contoh perusahaan swasta yang bergerak dalam industri perakitan mobil adalah ⁄.
a. Indofood
b. PT Unitex
c. PT Astra Internasional
d. PT Koninndo Tex
10. Berikut ini yang tidak termasuk manfaat adanya kemajuan pada sektor usaha swasta adalah ...
a. meningkatkan pendapatan masyarakat
b. memperluas lapangan pekerjaan
c. menetapkan harga barang hasil produksi sesuai dengan seleranya
d. menambah sumber pendapatan negara berupa pajak

11. Pasar sebagai sarana memperkenalkan produk tertentu merupakan fungsi...
a. pembentukan harga
b. promosi
c. penyerapan tenaga kerja
d. jual beli
12. Pekan Raya Jakarta merupakan jenis pasar...
a. harian
b. mingguan
c. bulanan
d. tahunan
13. Pasar swalayan merupakan jenis pasar....
a. konkret
b. abstrak
c. internasional
d. nasional
14. Pasar dimana barang yang diperjualbelikan berada di tempat lain disebut pasar ...
a. konkret
b. abstrak
c. internasional
d. nasional
15. Contoh pasar abstrak adalah...
a. butik
b. pasar induk sayuran
c. minimarket
d. bursa efek

16. Berikut adalah ciri-ciri pasar tidak sempurna, kecuali...
a. pembeli tidak mengetahui keadaan pasar
b. penjual tidak mengetahui keadaan pasar
c. barang bersifat homogen
d. barang bersifat heterogen
17. Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh satu orang atau sekelompok pembeli disebut pasar...
a. monopoli 
b. monopsoni
c. duopoli 
d. duopsoni
18. Berikut adalah ciri-ciri pasar konkret, kecuali...
a. transaksi dilakukan lewat telepon
b. barang tersedia di tempat (pasar)
c. cash and carry
d. pertemuan langsung antara penjual dan pembeli
19. Kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen disebut ...
a. produksi 
b. distribusi
c. konsumsi 
d. proses
20. Pasar yang memperjualbelikan surat berharga disebut....
a. pasar konkret 
b. pasar uang
c. pasar abstrak 
d. pasar modal

21. Lembaga bentukan Jepang yang bertugas mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk Indonesia merdeka adalah ⁄.
a. PPKI
b. Pemuda Asia Raya
c. Jawa Hokokai
d. BPUPKI
22. Pada zaman pendudukan Jepang terjadi pemberontakan PETA di Blitar dibawah pimpinan....
a. Surachman
b. Gatot subroto
c. Supriyadi
d. Jenderal Sudirman
23. Penyerahan tanpa syarat pemerintahan Hindia Belanda kepada Jepang ditandatangani di....
a. Jakarta
b. Kalijati
c. Manila
d. Linggarjati
24. Tokoh-tokoh peristiwa Rengasdengklok, antara lain adalah...
a. B M Diah - Moh. Hatta
b. Sukarno - Sukarni
c. Gunawan - Sutomo
d. Sukarni - Wikana
25. Setelah BPUPKI dibubarkan, dibentuklah PPKI dengan ketua .....
a. Moh. Hatta
b. Dr. Radjiman Widiodiningrat
c. Ir. Soekarno
d. Dr. Sutomo
26. Berita kekalahan Jepang dalam pertempuran di Laut Karang disusul dengan pemboman Kota Hiroshima dan Nagasaki merupakan titik tolak bagi para pemuda untuk segera menentukan sikap yang tegas. Para pemuda itu, terutama yang bekerja di kantor berita Jepang adalah ....
a. Wikana dan Sultan Syahrir
b. Wikana dan Yusuf Kunto
c. Yusuf Kunto dan Mr. Ahmad Subardjo
d. Mr. Ahmad Subardjo dan Sukarni
27. Menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, terutama setelah selesainya pembuatan konsep naskah proklamasi oleh Sukarno-Hatta, timbul suatu permasalahan, yaitu ....
a. pendapat Sukarni bahwa Soekarno-Hatta tidak lengkap
b. keinginan Bung Hatta agar Ir. Soekarno yang menandatangani naskah
c. Chairul Saleh usul agar semua yang hadir menandatangani naskah
d. usul Sukarni dan Sayuti Melik usul agar naskah itu ditandatangani Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia
28. Latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok, yaitu ....
a. pertentangan para pemuda dengan pimpinan Jepang
b. pertentangan para pemuda dengan golongan tua dalam menetapkan proklamasi kemerdekaan
c. suatu peristiwa mengawali kemerdekaan Indonesia
d. per tentangan antarpihak Jepang dengan pihak Sekutu
29. Penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ke Sulawesi dilakukan oleh ....
a. A.A. Maramis
b. A.A. Hamidan
c. Sam Ratulangi
d. Ketut Pudja
30. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia berhasil disebarluaskan melalui siaran Radio Kyoku oleh ....
a. Yusuf Kunto
b. Chairul Saleh
c. Yusuf Ronodipuro
d. Sayuti Melik

31. Tindakan yang dilakukan berdasarkan kebiasaan turun temurun tanpa menyadari alasannya, dapat digolongkan dalam jenis tindakan ....
a. afektif
b. tradisional
c. subjektif
d. rasional
32. Pernyataan berikut yang tidak merupakan contoh tindakan sosial adalah ....
a. Dika mengkhayalkan pria idolanya
b. Iwan mengikuti pertandingan sepak bola
c. Reni membantu ibu menjaga adik
d. Sinta berlari mengejar Rita
33. Ciri-ciri tindakan sosial yang bersifat rasional berorientasi nilai adalah ....
a. bersifat nonrasional
b. tingkat rasional paling tinggi
c. ditandai oleh dominasi perasaan
d. tanpa refleksi intelektual
34. Suatu tindakan dapat dikatakan sebagai tindakan sosial apabila ....
a. terjadi saling mempengaruhi satu sama lain
b. berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain
c. dilakukan dengan penuh kesadaran
d. dikerjakan dengan orang lain sebagai objek
35. Pernyataan berikut ini yang merupakan contoh interaksi sosial adalah ....
a. Ridwan berdoa dengan khusuk
b. Lisa melukis pemandangan
c. Rika memandangi potret kekasihnya
d. Pak Seno menerangkan masalah Sosiologi
36. Pernyataan yang bukan merupakan ciri-ciri interaksi sosial adalah ....
a. berpedoman pada norma-norma yang berlaku
b. tidak ada reaksi dari pihak lain
c. ditentukan oleh dimensi waktu
d. ada komunikasi sebagai pengantar interaksi
37. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah ....
a. aksi dan reaksi
b. komunikasi dan stimulus
c. kontak dan komunikasi
d. kontak dan respon
38. Jika suatu interaksi sosial terjadi, maka secara otomatis tindakan sosial berlangsung sebab ....
a. interaksi sosial dan tindakan sosial tidak dapat dipisahkan
b. interaksi sosial merupakan dasar dari tindakan sosial
c. manusia berinteraksi melalui komunikasi
d. manusia berhubungan di dalam interaksi
39. Pernyataan yang merupakan contoh kontak primer langsung adalah ....
a. Mia menelepon Ani
b. Rita berkirim surat pada ibu
c. Mitra berkirim salam lewat radio
d. Andi berjabat tangan dengan Nina
40. Nurmansyah minta tolong kepada Sammy agar menyampaikan salam untuk Indri. Kontak sosial
demikian termasuk kontak ....
a. sekunder
b. sekunder langsung
c. primer tidak langsung
d. sekunder tidak langsung

41. Penduduk usia produktif atau yang telah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja maupun aktif mencari kerja yang masih mau dan mampu untuk melakukan pekerjaan, dinamakan ....
a. penduduk
b. tenaga kerja
c. angkatan kerja
d. pengangguran

42. Golongan angkatan kerja adalah sebagai berikut, kecuali ....
a. golongan yang sedang bekerja
b. golongan usia telah lanjut
c. golongan yang sedang duduk dibangku sekolah
d. golongan kanak-kanak

43. Penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja, belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan, dinamakan ....
a. penduduk
b. angkatan kerja
c. tenaga kerja
d. pengangguran

44. Faktor-faktor yang mempengaruhi angkatan kerja adalah, kecuali ....
a. jumlah penduduk
b. usia penduduk
c. tingkat pendidikan
d. piramida penduduk

45. Orang-orang yang betul-betul tidak bekerja dinamakan ....
a. pengangguran terbuka
b. pengangguran setengah terbuka
c. pengangguran terselubung
d. pengangguran friksional

46. Pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang rela meninggalkan pekerjaannya untuk  mendapatkan penghasilan lain, disebut ....
a. pengangguran voluntary
b. pengangguran teknologi
c. pengangguran terselubung
d. pengangguran friksional

 48. Kondisi di mana seseorang pada usia tertentu telah mendapatkan posisi sesuai dengan tingkat pendidikannya dan dapat hidup layak, disebut ....
a. kesempatan kerja
b. angkatan kerja
c. tenaga kerja
d. pengangguran friksional

49. Berikut adalah negara tujuan TKI, kecuali ....
a. Hongkong
b. Malaysia
c. Rusia
d. Arab Saudi

50. Upaya pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah sebagai berikut, kecuali ....
a. perbaikan gizi
b. peningkatan jumlah penduduk
c. pelatihan tenaga kerja
d. pemagangan

51. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional, kecuali....
a. barter
b. untuk kebutuhan sendiri
c. diatur oleh pemerintah
d. kegiatannya berburu

52. Negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah ....
a. Iran
b. Jepang
c. Arab Saudi
d. Indonesia

53. Sistem ekonomi Indonesia adalah ....
a. tradisional
b. demokrasi Pancasila
c. sentral
d. liberal

54. Pelaku ekonomi di Indonesia, kecuali ....
a. BUMN
b. LSM
c. BUMS
d. Koperasi

55. Undang-Undang tentang pajak adalah ....
a. UU No. 8 Tahun 1994
b. UU No. 10 Tahun 1994
c. UU No. 11 Tahun 1995
d. UU No. 20 Tahun 1998

56. Tarif pajak yang tidak tergantung besar kecilnya objek pajak adalah ....
a. tarif tetap
b. tarif proporsional
c. tarif progresif
d. tarif degresif

57. Tarif yang menggunakan persentase yang jumlahnya tetap adalah ....
a. tarif tetap
b. tarif proporsional
c. tarif progresif
d. tarif degresif

58. Fungsi pajak sebagai sumber pendapatan negara adalah ....
a. fungsi anggaran
b. fungsi pembiayaan
c. fungsi stabilisasi
d. fungsi retribusi perdagangan

59. Fungsi pajak sebagai fasilitas umum adalah....
a. fungsi anggaran
b. fungsi pembiayaan
c. fungsi stabilisasi
d. fungsi retribusi perdagangan

60. Pajak yang dikenakan terhadap barang mewah adalah ....
a. PPh
b. PPnBM
c. PPN
d. PBB

Jenis dan Pengertian Pasar

Jenis dan Pengertian Pasar
Pengertian Pasar
pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual beli akan barang dan jasa. pengertian pasar dapat diperluas lagi, yaitu terjadinya hubungan antara penjual dan pembeli, baik secara langsung tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media pesawat telepon,
faximile, dan internet) dalam melakukan transaksi (jual beli) barang dan jasa.

Untuk mengetahui dan membedakan apakah suatu tempat dapat dikatakan pasar atau bukan, kita lihat bahwa suatu tempat dapat kita katakan sebagai pasar jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • ada calon penjual dan pembeli;
  • ada barang/jasa yang hendak diperjualbelikan; dan
  • terjadinya proses tawar menawar.
Fungsi Pasar
1) Fungsi pembentukan harga
Jika kamu amati, di pasar biasanya terjadi proses tawar menawar harga. Penjual menawarkan barang dengan harga tertentu. Di sisi lain, pembeli menginginkan barang dengan harga tertentu pula. Jika terjadi kesepakatan, terbentuklah harga pasar atau harga keseimbangan.
 
2. Fungsi promosi
Bagi produsen yang memproduksi barang-barang baru dapat memperkenalkan barang-barang tersebut di pasar. Kita sering melihat barang dengan kemasan baru dan warna baru. Jadilah, pasar sebagai
tempat untuk mempromosikan barang-barang baru.
 
3. Fungsi penyerapan tenaga kerja
Selain pedagang dan pembeli, di pasar juga terdapat banyak orang yang terlibat dalam kegiatan jual beli, seperti: kuli angkut, pelayan toko, tukang sapu, dan tukang parkir. Dengan demikian, jadilah pasar sebagai tempat untuk penyerapan tenaga kerja.

Jenis-Jenis Pasar
 
Berdasarkan Barang yang Diperjualbelikan
Berdasarkan barang yang diperjualbelikan, pasar dapat dikelompokkan menjadi:
  1. Pasar Barang Konsumsi : Pasar barang konsumsi, yaitu jenis pasar yang menjual atau menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Misalnya, makanan, minuman, dan pakaian. Yang termasuk pasar konsumsi adalah pasar hewan, pasar bunga, pasar sembako, dan pasar hewan.
  2. Pasar Barang Produksi : Pasar barang produksi, yaitu jenis pasar yang memperjualbelikan barang faktor-faktor produksi, seperti: bahan baku industri, tenaga kerja, mesin, dan peralatan lain yang semuanya merupakan sumber daya produksi yang digunakan untuk memproduksi barang lain.
Berdasarkan Luasnya Kegiatan atau Distribusi
Berdasarkan luasnya kegiatan, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Pasar Lokal (Setempat) : Pasar lokal, yaitu pasar yang memperjualbelikan barang kebutuhan konsumen yang bertempat tinggal di sekitar pasar, dan barang yang diperjualbelikannya biasanya hasil budidaya masyarakat sekitar.
  2. Pasar Daerah Untuk daerah yang cakupannya lebih luas, selain pasar lokal ada juga pasar daerah, yaitu pasar wilayah. Letaknya biasanya di ibukota, kabupaten, pusat kota, atau ibukota provinsi. Pasar ini lebih besar dari pasar lokal karena merupakan tempat jual beli konsumen satu daerah atau satu wilayah (kota, kabupaten, atau provinsi). Contohnya: pasar kabupaten, pasar kota, dan pasar provinsi.
  3. Pasar Nasional : Di wilayah yang lebih luas, seperti negara, terdapat juga jenis pasar yang lain, yaitu pasar nasional. Pasar ini memperjualbelikan barang kebutuhan konsumen untuk satu negara (tingkat nasional). Contoh pasar nasional, yaitu bursa efek yang memperjualbelikan saham konsumen dalam negeri.
  4. Pasar Internasional : Suatu negara tidak terlepas dari perdagangan internasional. Perdagangan tersebut menuntut adanya tempat khusus yang mempertemukan para penjual dan pembeli dari berbagai negara. Tempat khusus tersebut disebut pasar internasional. Contoh pasar internasional, yaitu pasar tembakau di Bremen, Jerman dan pasar karet di New York, Amerika Serikat.
Berdasarkan Ketersediaan Barang yang Diperjualbelikan
Berdasarkan ketersediaan barang yang diperjualbelikan, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Pasar Konkret : Pasar konkret adalah pasar yang memperjualbelikan barang, dan barangnya ada di pasar tersebut. Setelah dibayar, barang bisa langsung dibawa (cash and carry). Contoh pasar konkret, yaitu pasar sehari-hari, pasar burung, pasar hewan, pasar sayur, pasar pakaian jadi, pasar kain, toserba, supermarket, swalayan, dan minimarket.
  2. Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata) : Selain pasar konkret, ada jenis pasar lain, yaitu pasar abstrak. Pasar abstrak adalah pasar yang memperjualbelikan barang, tetapi barangnya tidak ada di pasar tersebut. Contoh pasar abstrak adalah pasar tenaga kerja, pasar obat-obatan, pasar tembakau Bremen di Jerman, Bursa Efek Jakarta, dan Bursa Valuta Asing.
Berdasarkan Waktu
Berdasarkan waktu, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Pasar Harian : Pasar yang diadakan sehari-hari disebut pasar harian. Pasar ini buka setiap hari dan menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Contoh pasar harian, yaitu pasar tradisional dan swalayan.
  2. Pasar Mingguan : Selain pasar harian, ada juga pasar mingguan. Pasar ini dapat ditemukan aktivitasnya setiap minggu. Contoh pasar mingguan, yaitu Pasar Senin, Pasar Rebo, dan Pasar Minggu.
  3. Pasar Bulanan : Setiap pasar bulanan mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu beroperasi sebulan sekali. Pasar ini disebut pasar bulanan. Biasanya, para pedagang menjual barang-barang tertentu, seperti hewan,nkerajinan, dan perlengkapan produksi.
  4. Pasar Tahunanb: Pasar yang melakukan aktivitasnya setahun sekali disebut pasar tahunan. Pasar ini biasanya diadakan karena ada peristiwa-peristiwa tertentu yang diperingati setiap tahun. Contoh pasar tahunan, yaitu Pekan Raya Jakarta, Pasar Agustusan, dan Vancouver Fair di Kanada.
Berdasarkan Bentuk atau Struktur Pasar
Berdasarkan bentuk atau struktur pasar, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Pasar Sempurna : Di pasar biasanya para penjual dan pembeli mengetahui dengan baik harga barang, jenis barang, dan kualitas barang yang diperjualbelikan. Hal ini merupakan salah satu ciri pasar sempurna. Ciri lain dari pasar sempurna adalah: a) Pembeli dan penjual bebas berinteraksi untuk membeli atau menjual barang kepada siapapun. b) Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen (sejenis) yang berarti barang-barang tersebut dapat saling mengganti satu dengan yang lain (terdapat banyak barang subsitusi).
  2. Pasar Tidak Sempurna : Selain pasar sempurna, ada juga pasar yang tidak sempurna. Pasar tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisir secara sempurna. Ciri-cirinya adalah: a) Pembeli dan penjual tidak mengetahui keadaan pasar dengan baik. b) Pembeli dan penjual tidak bebas berinteraksi. c) Barang yang diperjualbelikan bersifat heterogen (beraneka ragam). Apabila suatu pasar memiliki paling sedikit satu ciri tersebut, pasar tersebut tergolong pasar tidak sempurna.
Berdasarkan Sifat Pembentukan Harga
Berdasarkan sifat pembentukan harga, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Pasar Persaingan : Pasar yang pembentukan harganya dilakukan oleh persaingan antara permintaan dan penawaran disebut pasar persaingan. Contohnya, jika permintaan naik, sedangkan penawaran tetap, maka harga akan naik. Sebaliknya, jika permintaan turun, sedangkan penawaran naik, maka harga akan turun.
  2. Pasar Monopoli : Pasar yang pembentukan harganya dilakukan oleh satu kelompok disebut pasar monopoli. Satu orang atau satu kelompok tersebut menguasai penawaran atau penjualan sehingga mereka bebas menentukan barang dan harga yang dijualnya. Contohnya pembentukan tarif listrik oleh PLN, pembentukan tarif telepon kabel oleh Telkom, dan pembentukan tarif air oleh PDAM.
  3. Pasar Duopoli : Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok yang menguasai penawaran atau penjualan disebut pasar duopoli.
  4. Pasar Oligopoli : Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok yang menguasai penawaran atau penjualan disebut pasar oligopoli. Contohnya pada pasar lemari es, ada beberapa penjual dengan beberapa merk yang terlibat dalam penentuan harga di pasar. Contoh pasar oligopoli yang lain, yaitu pasar sepeda motor, pasar televisi, dan pasar semen.
  5. Pasar Monopsoni : Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh satu orang atau sekelompok pembeli disebut pasar monopsoni. Misalnya, di suatu wilayah terdapat perkebunan tembakau yang luas, ternyata ada satu perusahaan yang bersedia membeli tembakau tersebut. Akibatnya, perusahaan tersebut dapat menekan harga tembakau serendah-rendahnya.
  6. Pasar Duopsoni : Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh dua orang atau dua kelompok pembeli yang menguasai pembelian disebut pasar duopsoni.
  7. Pasar Oligopsoni : Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok yang menguasai permintaan atau pembelian disebut pasar oligopsoni.

Migrasi Penduduk

Migrasi Penduduk
Selain fertilitas dan mortalitas, unsur dinamika penduduk yang lainnya adalah adanya migrasi penduduk. Migrasi penduduk merupakan salah satu jenis dari mobilitas penduduk yang bersifat permanen. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan. Migrasi penduduk dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
  1. Migrasi internal, yaitu perpindahan penduduk dalam satu negara, misalnya urbanisasi dan transmigrasi.
  2. Migrasi internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain, bentuknya: emigrasi, imigrasi, dan remigrasi.
Bentuk perpindahan penduduk
Bentuk-bentuk Migrasi penduduk, di antaranya adalah:
  1. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari negara lain masuk ke dalam negeri.
  2. Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri dan menetap.
  3. Migrasi bermusim adalah perpindahan penduduk pada musim tertentu, misalnya perpindahan penduduk karena masa tanam dan panen. 
  4. Remigrasi adalah perpindahan penduduk kembali ke tanah airnya.
  5. Forense (forence) penglaju adalah perpindahan penduduk dari dalam kota ke luar kota. Hal ini terjadi karena faktor untuk mencari nafkah, pagi hari ada di kota, sore atau malam hari ada di luar kota.
  6. Evakuasi adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain karena alasan keamanan.
  7. Urbanisasi, artinya perpindahan penduduk dari desa menuju ke kota untuk alasan tertentu.
  8. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang masih jarang penduduknya dalam suatu negara.
Berikut ini adalah macam-macam transmigrasi.
  1. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi dengan tujuan untuk menyebarkan penduduk.
  2. Transmigrasi swakarsa, artinya transmigrasi yang dilakukan atas kehendak sendiri.
  3. Transmigrasi bedol desa, artinya transmigrasi dengan tujuan memindahkan penduduk desa karena sebab tertentu, misalnya bencana alam.
  4. Transmigrasi padat karya, yaitu transmigrasi dengan tujuan pemindahan penduduk guna mengerjakan suatu pekerjaan atau suatu proyek.
Sebab-sebab perpindahan penduduk
Faktor penyebab perpindahan penduduk, antara lain adalah:
  • tekanan ekonomi
  • gangguan keamanan
  • bencana alam
  • untuk melanjutkan pendidikan
  • karena pernikahan.
Akibat terjadinya perpindahan penduduk
Migrasi penduduk membawa dampak positif dan negatif.
Berikut ini adalah dampak positif.
  • mempercepat terlaksananya pembangunan nasional
  • memperkokoh persatuan dan kesatuan
  • tersedianya tenaga kerja yang potensial
 Berikut ini adalah dampak negatif.
  • desa kekurangan tenaga kerja yang potensial
  • banyaknya pengangguran di perkotaan yang memunculkan masalah sosial, misalnya, gepeng, pencopet, jambret
  • bermunculan pemukiman-pemukiman kumuh.

Ledakan Penduduk

Ledakan Penduduk
Ledakan penduduk dapat diartikan sebagai peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat. Ledakan penduduk terjadi karena adanya tiga variabel utama demografi, yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Ledakan Penduduk
Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya ledakan penduduk adalah:
  1. Tingkat kematian yang menurun.
  2. Tingkat kelahiran yang tinggi.
  3. Adanya kawin usia muda.
  4. Adanya rasa tanggung jawab pada keluarga.
  5. Adanya sikap religi bahwa anak adalah anugerah Tuhan.
  6. Adanya faktor wanita masih sebagai tenaga di rumah.
Di awal pertumbuhannya, pertumbuhan penduduk yang meningkat belum terasa membawa dampak negatif. Namun, ketika jumlah penduduk terus meningkat, sementara alat pemuas kebutuhan relatif tetap, lama kelamaan akan menimbulkan berbagai dampak negatif yang mengancam kelanjutan kehidupan manusia itu sendiri, misalnya:
  1. Meningkatnya kebutuhan akan ruang dan lingkungan hidup.
  2. Menimbulkan persaingan (pertentangan) di masyarakat sebagai akibat meningkatnya kebutuhan akan pangan dan kebutuhan lainnya.
  3. Tidak seimbangnya kebutuhan akan lapangan pekerjaan dengan pertumbuhan penduduk yang dengan sendirinya menim-bulkan banyak pengangguran dan masalah sosial lainnya.
  4. Timbulnya kemiskinan, rumah kumuh, pertentangan antaretnik, tawuran warga yang diawali dengan hal-hal kecil dan stabilitas politik yang tidak mantap akan nampak menjadi pemandangan rutinitas yang sulit untuk mengatasinya.
Upaya dalam Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk
Karena adanya dampak negatif akibat adanya ledakan penduduk, maka perlu adanya pencegahan yang dimulai dari sekarang. Upayaupaya tersebut, antara lain:
  1. Memajukan bidang industri, karena dengan memajukan bidang industri selain akan terpenuhinya kebutuhan konsumtif masyarakat juga akan mengurangi jumlah pengangguran.
  2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB).
  3. Menganjurkan untuk menunda usia perkawinan sehingga dapat menghindari masalah kawin muda.
  4. Memasyarakatkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).