Lahirnya Negara-Negara Fasis

Advertisement
Fasisme adalah suatu paham yang mengutamakan negara di atas segalanya/semua untuk negara. Jadi, negara fasis adalah negara yang menganut paham absolut (mutlak). Negara dijalankan secara diktator dan sistem ekonomi yang dipakai adalah ekonomi terpimpin. Negara-negara yang berpaham fasis setelah Perang Dunia I selesai adalah Jerman, Italia, dan Jepang.

a. Fasis Jerman
Munculnya fasis di Jerman diawali dengan berdirinya Partai Buruh Jerman Deutcshe Arbeiter Partij di Münich, Jerman pada tahun 1919 oleh Adolf Hitler. Kemudian dalam perkembangannya, partai ini berganti nama menjadi National Sozialistiche Deutsche Arbeiter Partij (NSDAP) yang kemudian terkenal dengan sebutan Partai Nazi. Selain menganut fasisme, Partai Nazi juga menganut pandangan chauvinisme, yaitu menganggap dirinya lebih unggul dari ras lainnya.

Berikut ini sebab-sebab umum munculnya paham fasis di Jerman.

  • Kejayaan masa lampau, yang dibuktikan dengan adanya sejumlah ilmuwan yang berasal dari ras Nordik (Arya).
  • Kesulitan ekonomi.
  • Lemahnya sistem pemerintahan.
  • Kemenangan Partai Nazi dalam pemilu 1930.

Pada tahun 1923 Hitler menulis autobiografi yang berjudul Mein Kampf (perjuanganku) yang memuat ajaran tentang keunggulan ras Arya dibandingkan ras-ras lainnya. Selain itu, Mein Kampf juga memuat konsep Libensraum (ruang untuk hidup yang lebih luas) yaitu gagasan perluasan wilayah Jerman melalui perang.

Pada 30 Januari 1933 Hitler diangkat sebagai konselir Jerman. Selama menjabat sebagai konselir, Hitler bercita-cita mewujudkan kembali kejayaan Jerman. Salah satu upaya yang dilakukan Hitler adalah mengangkat dirinya sebagai fuhrer (pemimpin) dan memperkuat kedudukan partai Nazi.

Berikut ini beberapa tindakan yang dilakukan Hitler untuk mewujudkan kejayaan Jerman.

  • Membangun angkatan perang yang kuat.
  • Membangun industri secara besar-besaran untuk mengatasi pengangguran, dengan pembangunan empat tahun I (1934 – 1937) dan II (1937 – 1940).
  • Memperkuat dukungan rakyat terhadap Nazi dan menjadikan Partai Nazi sebagai partai tunggal dalam pemerintahan.
  • Mengobarkan semangat anti Yahudi dengan membunuh dan mengusir orangorang Yahudi.
  • Menolak Perjanjian Versailles dengan tidak mau membayar kerugian perang.
  • Membentuk polisi rahasia Gestapo untuk menindas lawan politik Nazi.

Keberhasilan dan tumbuhnya rasa percaya diri Jerman menyebabkan Jerman melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah negaranya. Nazi Jerman di bawah Hitler menerapkan politik Libensraum, yaitu politik mencari daerah ruang hidup yang lebih luas. Misalnya, ketika Jerman menduduki Austria (1938), Jerman juga menuntut Sudentenland di Cekoslovakia yang dikuasai Inggris untuk menjadi wilayah jajahannya. 

Selain itu untuk mencegah aksi internasional, di arah Timur Hitler menandatangani Pakta NonAgresi dengan Rusia (Molotov Ribbentrop Fact). Selanjutnya, pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerbu Polandia. Melihat gerakan yang dilakukan Jerman tersebut, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman.

b. Fasis Italia
Fasisme di Italia muncul di bawah kepemimpinan Benito Mussolini. Pada tahun 1919, ia mendirikan Fascis Italiani di Combattimento, yaitu partai Fascis yang revolusioner. Pada tahun 1922, partai Fascis berhasil memenangkan pemilu. Akhirnya, Benito Mussolini dilantik menjadi Perdana Menteri oleh Raja Victor Immanuel III. Namun dalam perkembangannya, Mussolini memaksa Raja Victor Immanuel III untuk meletakkan tahta kerajaannya dan menyerahkannya kepada Mussolini. Ia mengukuhkan dirinya sebagai Il Duce (sang pemimpin).

Mussolini juga mengembangkan paham chauvinisme dan mengumandangkan bahwa Italia adalah pewaris kejayaan Romawi, sehingga ia ingin menguasai negara-negara yang dulu menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Berikut ini hal-hal yang dilakukan Mussolini untuk mencapai kejayaan Italia.

  • Memaksa Raja Victor Immanuel III untuk menyerahkan kekuasaan kepadanya.
  • Semangat Italia Irredenta melandasi penyatuan bangsa Italia.
  • Memperkuat angkatan perang.
  • Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita.
  • Menduduki Ethiopia (Abbessinia) dan Albania.

Dengan gerakan yang dilakukan Mussolini tersebut, Italia menjadi kuat ditambah lagi Italia bersekutu dengan Jerman.

c. Fasis Militer Jepang
Fasisme militer Jepang dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito (1912 - 1989). Pada masa ini, Jepang mengalami kemajuan pesat dalam bidang perdagangan, industri, dan militer. Bangsa Jepang menganggap dirinya keturunan Dewa Matahari (Amaterasu Omikami) dan menganggap bangsa lain lebih rendah. 

Berpedoman hal itu, Jepang melancarkan politik ekspansi ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Dalam melancarkan politik ekspansinya, Kaisar Hirohito melakukan usaha-usaha berikut ini.

  • Memodernisasi angkatan perang.
  • Mengagungkan semangat bushido.
  • Mengenalkan ajaran Shinto Hakko I Chiu, yaitu dunia sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang.
  • Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang antimiliter.
  • Mempropagandakan semboyan Nippon 3A.
  • Memperluas wilayah kekuasaannya ke negara-negara terdekat, seperti Korea, Manchuria, dan Cina.

Alasan Jepang menjadi negara imperialisme, antara lain:

  • majunya perindustrian dan perdagangan,
  • kurangnya bahan baku untuk perindustrian, dan
  • perlunya daerah pemasaran hasil industri.

0 Response to "Lahirnya Negara-Negara Fasis"

Post a Comment